Sunday, 24 May 2015
Tuesday, 28 April 2015
IF I HAVE MORE TIME
KALAU SAJA AKU PUNYA WAKTU
Aku punya berbagai impian ditempat tersembunyi dan cadangan senyum untuk saat-saat murung (Anonim)
Terkadang apa yang awalnya tampak sebagai peristiwa negatif beralih menjadi suatu peluang untuk mencoba sesuatu yang baru yang selama ini ingin kita lakukan .Aku mempunyai pekerjaan yang sempurna . "Sempurna" bagiku: pekerjaan paruh waktu dan lentur. Bos memperbolehkan aku mengatur pekerjaan diseputar jadwal sekolah anak-anak. Jadi aku bisa keluar dari rumah, bergaul dengan orang-orang dewasa dan sebagai bonus aku menghasilkan banyak uang untuk membantu membayar tagihan dan memberi sedikit uang untuk bersenang-senang kepada keluarga.
Segala sesuatunya menyenangkan, lalu krisis ekonomi datang menghantam, seperti semua perusahaan lain, perusahanku mulai merasa terjepit. Perusahaan kami mengkhususkan diri pada rapat-rapat besar perusahaan; begitu ekonomi menurun hal besar pertama yang disingkirkan oleh klien kami adalah rapat besar perusahaannya.
pada awalnya perusahaan bersiteguh mempertahankan kami. Beberapa bulan kemudian dua pegawai dilepaskan, tetapi perusahaan meneguhkan sisa pegawai
bahwa mereka tidak berniat melepaskan siapapun lagi.
Tidak ada yang percaya pada mereka. Terutama aku. Hanya soal waktu sebelum pihak manajemen memutuskan bahwa mereka tidak akan membutuhkan "Gadis kantor" paruh waktu dikantor cabang mereka. Setiap hari aku berangkat kerja dan mempersiapkan diri mendengar kata-kata "Kau dipecat".
Setelah satu bulan dalam ketidakpastian, pada akhirnya hari itu tiba. Aku berjalan memasuki kantor dan menemukan bosku dan bos wilayah sedang berkumpul, begitu mereka mengundangku keruang rapat aku tahu apa yang akan terjadi.
Meski mereka berdua bersikap manis dan pemecatan itu tidak terlalu mengejutkan, aku dikejutkan oleh perasaan kehilanganku . Aku telah bekerja dibeberapa jenis pekerjaan sejak berusia enam belas tahun. Aku bekerja setiap kali setelah melahirkan. kerja adalah bagian dari identitasku--apa yang akan kulakukan sekarang?
Aku menangis dalam perjalanan pulang dan menghabiskna beberapa ahri dengan berduka, kemudian sektar seminggu kemudian aku mulai melihat sesuatu yang positif dari situasi ini. Tentu saja aku senang bekerja dan membutuhkan tambahan uang, tetapi saat ini adalah peluang bagiku unutk rileks.
seperti kebanyakan perempuan kau menghabiskan sebagian besar hidupku berfulat antara pekerjaan dan rumah. Sekarang ada akhirnya aku bisa meikmati diriku. Siapa yang tidks mempunyai daftar dari hal-hal yang akan dilakukan "Kalau saja aku punya waktu", tentu saja aku memilikinya.
Aku bisa meluangkan waktu dengan ibuku yang baru pensiun. Kami bisa jalan-jalan sekedar menikmati makan siang yang panjang dan penuh tawa, sesuatu yang sudah lama tidak kami lakukan.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selain itu,ada sesuatu lain sebuah pertanyaan mengusik. Apa yang akan terjadi jika aku menulis penuh waktu?
Selama dua bulan terakhir. Aku mulai menulis disela-sela diantara semua kesibukan.Aku bertanya-tanya, jika diberi kesempatan .Bisakah aku menjadikan menulis sebagai karier pekerjaan penuh waktu?
Aku mengakui aku gugup . Siapa sih aku, yang berani berfikir untuk menjadi penulis penuh waktu? Beberapa artikelku memang telah terbit dikoran setempat , tetapi apakan ini bisa diartikan sebagain pekerjaan yang sesungguhnya?
Aku terus bergumul dengan gagasan itu,penuh dengan keraguan. tetapi kemudian aku ingat dengan sepotong nasihat yang pernah kubaca
"Kau harus berpura-pura sampai kau berhasil".
Terkadanga aku ingin menyerah , tetapi tidak kulakukan .aku terus berusaha .Aku juga jauh lebih bahagia dan masih menemukan banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang tertera didalam daftar "KALAU SAJA AKU PUNYA WAKTU".
[~Jennifer Flaten,Ditulis ulang dari buku Chicken soup For the soul]
Aku punya berbagai impian ditempat tersembunyi dan cadangan senyum untuk saat-saat murung (Anonim)
Terkadang apa yang awalnya tampak sebagai peristiwa negatif beralih menjadi suatu peluang untuk mencoba sesuatu yang baru yang selama ini ingin kita lakukan .Aku mempunyai pekerjaan yang sempurna . "Sempurna" bagiku: pekerjaan paruh waktu dan lentur. Bos memperbolehkan aku mengatur pekerjaan diseputar jadwal sekolah anak-anak. Jadi aku bisa keluar dari rumah, bergaul dengan orang-orang dewasa dan sebagai bonus aku menghasilkan banyak uang untuk membantu membayar tagihan dan memberi sedikit uang untuk bersenang-senang kepada keluarga.
Segala sesuatunya menyenangkan, lalu krisis ekonomi datang menghantam, seperti semua perusahaan lain, perusahanku mulai merasa terjepit. Perusahaan kami mengkhususkan diri pada rapat-rapat besar perusahaan; begitu ekonomi menurun hal besar pertama yang disingkirkan oleh klien kami adalah rapat besar perusahaannya.
pada awalnya perusahaan bersiteguh mempertahankan kami. Beberapa bulan kemudian dua pegawai dilepaskan, tetapi perusahaan meneguhkan sisa pegawai
bahwa mereka tidak berniat melepaskan siapapun lagi.
Tidak ada yang percaya pada mereka. Terutama aku. Hanya soal waktu sebelum pihak manajemen memutuskan bahwa mereka tidak akan membutuhkan "Gadis kantor" paruh waktu dikantor cabang mereka. Setiap hari aku berangkat kerja dan mempersiapkan diri mendengar kata-kata "Kau dipecat".
Setelah satu bulan dalam ketidakpastian, pada akhirnya hari itu tiba. Aku berjalan memasuki kantor dan menemukan bosku dan bos wilayah sedang berkumpul, begitu mereka mengundangku keruang rapat aku tahu apa yang akan terjadi.
Meski mereka berdua bersikap manis dan pemecatan itu tidak terlalu mengejutkan, aku dikejutkan oleh perasaan kehilanganku . Aku telah bekerja dibeberapa jenis pekerjaan sejak berusia enam belas tahun. Aku bekerja setiap kali setelah melahirkan. kerja adalah bagian dari identitasku--apa yang akan kulakukan sekarang?
Aku menangis dalam perjalanan pulang dan menghabiskna beberapa ahri dengan berduka, kemudian sektar seminggu kemudian aku mulai melihat sesuatu yang positif dari situasi ini. Tentu saja aku senang bekerja dan membutuhkan tambahan uang, tetapi saat ini adalah peluang bagiku unutk rileks.
seperti kebanyakan perempuan kau menghabiskan sebagian besar hidupku berfulat antara pekerjaan dan rumah. Sekarang ada akhirnya aku bisa meikmati diriku. Siapa yang tidks mempunyai daftar dari hal-hal yang akan dilakukan "Kalau saja aku punya waktu", tentu saja aku memilikinya.
Aku bisa meluangkan waktu dengan ibuku yang baru pensiun. Kami bisa jalan-jalan sekedar menikmati makan siang yang panjang dan penuh tawa, sesuatu yang sudah lama tidak kami lakukan.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selain itu,ada sesuatu lain sebuah pertanyaan mengusik. Apa yang akan terjadi jika aku menulis penuh waktu?
Selama dua bulan terakhir. Aku mulai menulis disela-sela diantara semua kesibukan.Aku bertanya-tanya, jika diberi kesempatan .Bisakah aku menjadikan menulis sebagai karier pekerjaan penuh waktu?
Aku mengakui aku gugup . Siapa sih aku, yang berani berfikir untuk menjadi penulis penuh waktu? Beberapa artikelku memang telah terbit dikoran setempat , tetapi apakan ini bisa diartikan sebagain pekerjaan yang sesungguhnya?
Aku terus bergumul dengan gagasan itu,penuh dengan keraguan. tetapi kemudian aku ingat dengan sepotong nasihat yang pernah kubaca
"Kau harus berpura-pura sampai kau berhasil".
Terkadanga aku ingin menyerah , tetapi tidak kulakukan .aku terus berusaha .Aku juga jauh lebih bahagia dan masih menemukan banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang tertera didalam daftar "KALAU SAJA AKU PUNYA WAKTU".
[~Jennifer Flaten,Ditulis ulang dari buku Chicken soup For the soul]
Thursday, 19 February 2015
10 Janji yang Perlu Kamu Buat Pada Diri Sendiri dan Harus Ditepati Mulai Saat Ini
Be You
Kita semua pasti pernah merasa kepayahan dan ingin menyerah. Tapi, hidup punya tanggal kadaluwarsa-nya. Kalau menyerah sekarang. belum tentu kita bisa mencoba hal yang sama lagi esok harinya. Karena itu, saat berada di titik paling rendah dalam hidupmu, ingatkanlah dirimu sendiri untuk tak menyerah dulu.
Ada beberapa janji yang bisa kamu buat sendiri untuk menolong diri di masa-masa paling sulit. Jika kamu menepatinya, akan lebih mudah bagimu menemukan jalan keluar dari masalah-masalahmu. Janji-janji apa saja itu?
1. “Masa lalu adalah bagian penting dari diriku, namun aku tak akan membiarkannya menganggu langkahku”
Selalu pikirkan-lah apa yang bisa kamu lakukan lebih baik hari ini via i.huffpost.com
Manusia tidak bisa memutar balik waktu. Waktu terus berjalan meskipun banyak hal yang disesali dan ingin kamu ubah. Penyesalan adalah reaksi wajar dari manusia yang sedang belajar. Caramu menyikapi penyesalan-lah yang akan membuat hidupmu berbeda. Selalu gunakan rasa sesalmu sebagai pembelajaran untuk menghindari kesalahan yang sama di hari ini.
Banyak orang yang terjerembab dalam penyesalan hingga hidupnya selalu dihantui trauma dan ketakutan. Jangan biarkan kesalahan atau kegagalan yang kamu lakukan kemarin mendefinisikan hidupmu. Jika kamu menyesali keputusanmu kemarin, jangan terus-menerus menyalahkan dan membodohi diri sendiri. Percayalah bahwa kamu akan membuat keputusan yang lebih baik dengan pengetahuan, pengalaman, dan kearifan yang kamu miliki hari ini.
2. “Aku berjanji tak akan lagi mudah menunda. Apa yang bisa kulakoni akan kukerjakan saat ini juga.”
Jangan tenggelamkan waktu yang kamu punya hari ini sia-sia via www.clarepeople.com
Hari esok ada karena apa yang kamu lakukan hari ini. Manfaatkanlah hari ini dengan sebaik mungkin. Jika kamu menunda apa yang bisa dilakukan hari ini, kamu juga menunda apapun yang sebenarnya bisa kamu raih di masa depan.
Jangan tinggalkan tugasmu hari ini dengan berpikir bahwa kamu pasti akan menyelesaikannya besok. Siapa tahu Tuhan memang akan memanggil kita besok. Jadi selalu berusahalah seperti hari ini adalah hari terakhirmu di dunia. Jangan menjalani hari ini dengan menanggung beban kemarin, apalagi jika orang-orang di sekelilingmu sudah mulai mempersiapkan hari lusa.
3. “Apapun yang sedang kukerjakan sekarang adalah mimpiku. Bukan mimpi orang lain.”
Pastikan kamu tahu jalan yang benar menuju mimpimu via s3.amazonaws.com
Jika ingin bahagia, pastikan kamu mengejar mimpimu yang sesungguhnya. Bertanyalah kepada dirimu sendiri: apakah ini benar-benar kehidupan yang kamu inginkan ? Atau kamu hanya menjalaninya demi tuntutan dan ekspektasi orang lain? Kalau kita semua hanya punya satu kehidupan untuk dijalani, kenapa kamu harus menjalaninya untuk orang lain?
Jalan yang membuatmu bahagia mungkin akan bertentangan dengan banyak orang. Itu tidak apa-apa. Justru di saat seperti inilah kamu bisa membedakan siapa saja orang yang memang layak kamu pertahankan di sisimu. Jangan takut mengakui bahwa kamu tidak puas dengan keadaanmu sekarang. Itu artinya, kamu sudah selangkah lebih dekat untuk merasa bahagia.
4. “Hari ini, aku akan berhenti menyesali mereka yang memilih pergi.”
Jangan lama-lama nengok ke belakang kalau gak mau lehermu sakit via www.fabforam.com
Coba hitung kenalanmu! Pasti susah karena hampir tiap hari kamu bakal berpapasan sama orang baru. Mau orangnya ngajak kenalan terus jadi pacar atau sekedar tanya jalan. Orang akan terus datang dan membuat perubahan di hidupmu. Orang yang sama juga akan pergi dari hidupmu meninggalkan kesan, memori, atau luka. Selama kamu dapat menggunakan pengalaman itu untuk memperkaya hidupmu, kamu tidak perlu terus-menerus meratapi kepergiannya.
Tidak semua hubungan dapat bertahan selamanya. Kamu akan merasa sedih dan kehilangan. Tetapi ingat bahwa pelajaran yang kamu dapat dari hubungan itu akan terus bersamamu. Jadi relakanlah orang yang mungkin memang sudah harus pergi dan sambut orang baru yang akan datang di kehidupanmu.
5. “Air mataku terlalu berharga untuk hal remeh-temeh semata. Kini aku akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menumpahkannya”
Kalau bibirmu melengkung ke atas, air matamu pasti gak jadi netes via quotesforest.com
Semua orang bisa saja tersenyum ketika mereka bahagia. Tapi dibutuhkan jiwa yang kuat untuk dapat tersenyum di tengah-tengah penderitaan. Cobalah tersenyum ketika kamu menghadapi kesulitan yang membuatmu ingin menangis.Carilah ketenangan di dalam dirimu sendiri dengan menemukan hal-hal yang bisa kamu syukuri.
Bersyukurlah atas apa yang telah kamu miliki, ujian yang sedang kamu hadapi, dan kesempatan untuk berbuat lebih baik lagi. Temukan hal-hal itu dan tersenyumlah.Tersenyumlah karena kamu tahu kalau senyum adalah lengkungan yang akan membuat semua hal lebih baik. Percayalah bahwa semua akan baik pada waktunya.
6. “Aku berjanji akan membuat diriku merasa berharga.”
Percayalah bahwa kamu berharga via www.c-heads.com
Jangan pernah memandang rendah keberadaanmu di dunia ini. Jangan pernah diam saja dalam rapat karena merasa ide-idemu “sampah”. Jangan golput karena yakin suaramu gak bakal berpengaruh. Bayangkan kalau semua temanmu juga mikir gitu. Coba hitung berapa saja kesempatan yang hilang gara-gara pola pikir itu. Seberapa kecil-pun pengaruh yang kamu kira kamu miliki, kamu tetap berpengaruh. Paling tidak untuk hidupmu sendiri.
Mulailah berpikir sebaliknya. Kamu justru bisa jadi orang yang memulai perubahan. Bayangkanlah kalau kamu tidak jadi membuang sampah di jalan, dan di saat yang sama 50 orang juga melakukan hal yang sama. Bukankah jalan raya kita bisa menjadi bersih pada akhirnya?
7. “Apapun perubahan yang datang di masa depan, tanganku terbuka menyambutnya.”
Bersahabatlah dengan perubahan via fourwallsonly.com
Coba lihatlah foto-fotomu waktu bayi. Pasti sekarang kamu udah beda. Tidak ada manusia yang bisa memencet tombol pause. Manusia itu butuh berubah untuk dapat berkembang. Kalau manusia gak berkembang berarti gak ada bedanya sama mati. Perubahan akan terus terjadi walau kamu belum siap atau gak ingin untuk berubah.
Kalaupun kamu tetap jalan di tempat, orang lain pasti udah jalan atau lari. Jadi jangan menghindari atau takut sama perubahan. Terima kenyataan kalau kamu sudah harus berubah, dan berusahalah sekeras mungkin agar perubahan itu baik.
8. “Aku tidak akan memandang sesuatu secara hitam-putih.”
Mikir yang indah-indah itu gak bayar lho via i.huffpost.com
Semua hal di dunia ini itu bagai dua sisi koin. Gak ada yang benar-benar hitam atau putih. Semua bisa jadi benar atau salah. Semua bisa jadi baik atau buruk. Semua itu tergantung darimana kamu melihatnya.
Lihatlah sisi terbaik dari semua hal. Jangan takut untuk mengharap yang terbaik dari orang lain. Dalam situasi apapun, berpikiran positif jauh lebih baik daripada dihantui cemas, curiga, dendam, atau pikiran negatif yang lainnya.
9. “Aku tak akan membiarkan ketakutan mencegahku melakukan banyak hal.”
Kalau kamu gak coba, kamu gak bakal tahu via sabino.tumblr.com
Jangan takut mencoba atau memberikan dirimu kesempatan dalam hal apapun. Berani bukan berarti kamu tidak takut. Berani berarti kamu tidak membiarkan ketakutan menghentikanmu meraih hal yang kamu inginkan. Lebih baik mencoba dan gagal daripada selamanya menyesal membayangkan apa yang mungkin terjadi.
Keberanian itu datangnya dari dalam dirimu. Kamu tidak perlu meminta persetujuan orang lain untuk jadi berani. Tidak perlu takut untuk merasa takut. Orang berani bukanlah orang yang tidak merasa takut tapi orang yang berhasil mengalahkan rasa takut itu.
10. “Aku berjanji akan selalu memberikan versi terbaik dari diriku dalam setiap waktu.”
Berikanlah senyuman terbaikmu setiap saat via i.huffpost.com
Selalu berikan usaha terbaikmu dalam apapun yang kamu lakukan. Inilah yang satu-satunya cara mencegah rasa menyesal.
Kesempatan dalam hidup mungkin tidak akan datang dua kali. Ketika kamu diberi kesempatan, jangan membuangnya atas nama rasa takut. Ingat, nasibmu ada di tangan diri sendiri. Jika ingin bahagia, pastikan kamu pantas mendapatkannya, ya.
Artikel ini terinspirasi dari Artikel asilinya bisa dilihat disini.
Sunday, 25 January 2015
Terima Kasih atas Kehidupan Yang Kau Percayakan
Tuhan terimakasih banyak atas kehidupan yang kau berikan kepadaku, saat pagi aku bisa membuka mata dan menghirup udara segar serta merasakan denyut kehidupan dimulai. Saat ditengah hari aku dapat melihat birunya langit yang Kau ciptakan dengan kuasaMu. Saat disore hari Kau berikan aku kesempatan menatap sendunya matahari tenggelam menutup akhir pekan, dan disaat malam hari Kau berikan aku pencerahan tentang kehidupan dan Kau persilahkan aku menutup lembaran kehidupan hari ini. meskipun Kau tahu tidak semua yang kau perintahkan aku lakukan (ku abaikan) Kau tidak pernah marah kepadaku. Kau tetap memberikan aku kehidupan diesok harinya sehingga aku bisa merasakan dinginnya waktu subuh sehingga wajar jika kau mempunyai nama "Ar-Rahman Ar-Rahim. ketika aku menetukan sebuah pilihan antara "A" dan "B" dan aku meilih "A" berdasarkan pertimbangan akal pikiran, namun yang terjadi "B" sungguh sesuatu yang biasa disebut 'kecewa' terjadi pada diriku, namun Kau berikan aku pemahamn yang luar biasa yaitu sebuah 'Experince' .Kau berikan peraktik diawal dan pelajaran setelahnya. sehingga aku bisa menetukan arah pikiranku setelahnya dan memahami segala sesuatunya ada dibawah kendalimu dan segala sesuatu yang Kau berikan kepadaku adalah yang terbaik. sungguh Maha Suci Engkau dari segala sesuatunya.
Subscribe to:
Posts (Atom)













